Rabu, 12 Juni 2013

Peneliti IPB Temukan Mesin Pengawet Bekatul

JAKARTA - Masih ingatkah Anda es krim bekatul ciptaan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta? Inovasi itu merupakan bukti nyata jika bahan baku yang biasa dijadikan pakan ternak tersebut bisa diolah sebagai barang bernilai ekonomis tinggi.Sayangnya,bekatul ternyata tidak bisa tahan lama. 

Menyadari hal tersebut, Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) Slamet Budijanto,mencoba mengawetkan bekatul dengan mesin ciptaannya. “Kami mencoba menginisiasi, apakah bisa bekatul dimanfaatkan untuk pangan?Ternyata bisa. Namun masih terkendala, bekatul tidak awet,”kata Slamet,seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Sabtu (8/6/2013). 
Zaman dulu, untuk mengwetkan bekatul cukup dengan disangrai saja. Tapi,Slamet menilai, teknik sangrai memiliki kelemahan, yaitu tidak stabil,susah mengontrol suhu dan waktu, serta kematangannya tidak merata.Direktur F-Technopark Fakultas Teknologi Pertanian IPB bersama timnya,yakni Aziz B Sitanggang dan Sam Herodian itu kemudian menciptakan mesin yang prinsip kerjanya adalah penggunaan suhu tinggi dalam waktu yang singkat. 
“Sebetulnya,ini adalah proses sangrai tapi kontinyu.Mesin sederhana ini memiliki lorong mesin penstabil namanya screw.Nanti bekatul akan dilewatkan dalam lorong panas yang bisa dikontrol dengan waktu yang bisa dikontrol juga,”paparnya.Menurut Slamet,ketika bekatul sudah melewati proses pengawetan,maka dapat diolah untuk jenis pangan apapun dengan waktu tahan yang lebih lama.Dengan teknik tersebut, bekatul bahkan bisa tahan hingga enam bulan.Mesin sederhana yang berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI itu kini berjumlah dua unit.Satu mesin digunakan di Jawa Timur oleh kelompok tani wanita di Pasuruan,sementara satunya di IPB. Dia menyebut,inovasi itu memiliki sejumlah keunggulan. 
Pertama, bekatul yang diolah mutunya tetap stabil setelah disimpan lebih dari enam bulan.Kedua,meminimalkan kerusakan mikronutrien yang bermanfaat bagi kesehatan.Ketiga adalah membuka peluang pemanfaatan bekatul menjadi bahan baku pangan fungsional.“Kami sudah bisa menjual bekatul hasil olahan dengan mesin ini.Sebanyak 150 gram bekatul sangrai dijual Rp15 ribu di Serambi botani dan itu laku.Kami minta 30 persen untuk pangan sisanya silahkan untuk pakan,” tandas Slamet. (mrg) 

Perbedaan Skripsi,Thesis,Disertasi Secara Sederhana.

Skripsi dijadikan syarat kelulusan di program S-1  dengan maksud  memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia dapat menerapkan langkah-langkah pendekatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan dan melaporkannya secara tertulis.  Biasanya, dalam skripsi tidak dituntut adanya sintesis baru atau penemuan baru.Thesis dijadikan syarat kelulusan di program S-2 dengan maksud memberikan kesempatan kepda mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia dapat mebuat suatu sintesis baru atau penerapan pengetahuan yang sudah ada, dan melaporkannya secara tertulis.Disertasi dijadikan syarat kelulusan di program S-3 dengan maksud memberikan kesempatan kepda mahasiswa untuk menunjukkana bahwa dia memahami (mengikuti) perkembangan mutakhir pengetahuan ilmiah di bidang ilmunya  dan memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu itu melalui penemuan baru yang orisinal yang dilaporkannya secara tertulis (http://www.pendidikanislam.net/index.php/untuk-siswa-a-mahasiswa/40-penelitian/60-skripsi-apakah-itu).

Pada dasarnya skripsi mahasiswa S1 merupakan ajang latihan bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian secara obyektif. Oleh karena baru pertama sekali meneliti maka mahasiswa S1 ini sangat membutuhkan bimbingan dosen agar tidak melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan mereka harus mengulang. Tesis S2 merupakan ajang peningkatan kemampuan mahasiswa dalam meneliti dan diharapkan mahasiswa sudah mampu meneliti dengan bimbingan yang minimal dari dosen. Desertasi S3 merupakan pembuktian kemampuan mahasiswa S3 dalam meneliti secara mandiri.

Secara sederhana, skripsi itu menjawab apa, tesis menjawab apa dan mengapa,Dan disertasi itu menjawab apa, mengapa dan bagaimana. Contoh tentang penelitian daun katuk dalam menurunkan kolesterol telur. Skripsi hanya menjawab pertanyaan apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur? Tesis itu menjawab dua pertanyaan, yaitu a) apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur dan; b) mengapa daun katuk menurunkan kolesterol. Disertasi menjawab 3 pertanyaan, yaitu: a) apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur?; b) mengapa daun katuk menurunkan kolesterol telur? Dan; c) bagaimana cara (mekanisme) daun katuk menurunkan kolesterol telur?Seringkali dosen pembimbing lupa akan hal tersebut, sehingga sering meminta mahasiswa meneliti lebih dari seharusnya. Apa alasannya? Pertama, mungkin dikarenakan ketidaktahuannya dan pengalamannya sebagai mahasiswa dulu juga seperti itu. Sebagai contoh, dosen pembimbing meminta mahasiswa S1 untuk menjawab selain apa juga mengapa. Kedua, dosen pembimbing sudah tahu hal ini tetapi dikarenakan ia menginginkan data penelitian lebih, maka ia memaksakannya pada mahasiswa bimbingannya. Mungkin sang dosen bermaksud data tersebut akan dipublikasikan dimana ia sebagai penulis utamanya. Mungkin juga dosen mempunyai alasan yang lain.

Apapun alasannya, sesungguhnya dosen tidak dibenarkan untuk memaksa mahasiswa di luar ketentuan atau kesepakatan yang berlaku. Jika menginginkan data yang lebih akurat dan lebih banyak untuk menjawab permasalahan yang ada, maka sebaiknya dosen membuat proposal penelitian sendiri dan mengajukannya ke Dikti atau ke penyandang dana lainnya. Ia harus berkompetisi untuk memperoleh dana penelitian.

Tabel 1.  Perbedaan Umum antara Skripsi, Tesis dan Disertasi

NoAspekSkripsiTesisDisertasi
1JenjangS1S2S3 (tertinggi)
2PermasalahanDapat diangkat dari pengalaman empirik, tidak mendalamDiangkat dari pengalaman empirik, dan teoritik, bersifat  mendalamDiangkat dari kajian teoritik yang didukung fakta empirik, bersifat sangat mendalam
3Kemandirian penulis60% peran penulis, 40% pembimbing80% peran penulis, 20% pembimbing90% peran penulis, 10% pembimbing
4Bobot IlmiahRendah – sedangSedang – tinggi.  Pendalaman / pengembangan terhadap teori dan penelitian yang adaTinggi, Tertinggi dibidang akademik.   Diwajibkan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
5PemaparanDominan deskriptifDeskriptif dan AnalitisDominan analitis
6Model AnalisisRendah – sedangSedang – tinggiTinggi
7Jumlah rumusan masalahSekitar 1-2Minimal 3Lebih dari 3
8Metode / Uji statistikBiasanya  memakai uji Kualitatif / Uji deskriptif, Uji statistik parametrik (uji 1 pihak, 2 pihak), atau Statistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat, run test), uji hipotesis komparatif, uji hipotesis asosiatif, Korelasi, Regresi, Uji beda, Uji Chi Square, dllBiasanya memakai uji Kualitatif  lanjut  /  regresi ganda, atau korelasi ganda, mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data panel, persamaan simultan, regresi logistic, Log linier analisis,  ekonometrika static & dinamik, time series ekonometrik) Path analysis, SEMSama dengan tesis dengan metode lebih kompleks, berbobot yang bertujuan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
9Jenjang Pembimbing/ PengujiMinimal MagisterMinimal Doktor dan Magister yang berpengalamanMinimal Profesor dan Doktor  yang berpengalaman
10Orisinalitas penelitianBisa replika penelitian orang lain, tempat kasus berbedaMengutamakan orisinalitasHarus orisinil
11Penemuan hal-hal yang baruTidak harusDiutamakanDiharuskan
12Publikasi hasil penelitianKampus Internal dan disarankan nasionalMinimal NasionalNasional dan Internasional
13Jumlah rujukan / daftar pustakaMinimal 20Minimal 40Minimal 60
14Metode / Program statistik yang biasa digunakanKualitatif / Manual, Excel, SPSS dllKualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dllKualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
Sumber :  Agung Wahyudi Biantoro,  Metode Penelitian Ekonomi Islam, 2009

Sabtu, 27 April 2013

Taura Syndrome Virus

Sindrom Taura adalah salah satu penyakit yang lebih dahsyat mempengaruhi udang budidaya industri di seluruh dunia.Sindrom Taura (TS) pertama kali dijelaskan di Ekuador selama musim panas 1992. Pada bulan Maret 1993, kembali sebagai epidemi utama dan menjadi obyek liputan media yang ekstensif. Studi retrospektif telah menyarankan kasus sindrom Taura mungkin terjadi pada tambak udang di Kolombia sedini tahun 1990 dan virus itu sudah hadir di Ekuador pada pertengahan 1991. Antara 1992 dan 1997, penyakit ini menyebar ke seluruh wilayah utama Amerika di mana whiteleg udang (Litopenaeus vannamei) yang dikultur. Dampak ekonomi dari TS di Amerika selama periode itu mungkin telah melebihi US $ 2 miliar oleh beberapa perkiraan.

Identifikasi dan deskripsi virus

Virus Taura syndrome pertama kali diklasifikasikan sebagai anggota mungkin dari keluarga Picornaviridae berdasarkan karakteristik biologis dan fisik. Ia kemudian direklasifikasi dalam keluarga Dicistroviridae, genus Cripavirus. Sejak saat itu telah dipindahkan ke genus kedua dalam keluarga yang sama - Aparavirus tersebut.
TSV adalah partikel yang tidak memiliki amplop nm 32 dengan morfologi ikosahedral dan kepadatan apung 1.338g/ml. [2] genom ini beruntai tunggal positif-sense dan memiliki 10.205 nukleotida (termasuk 3 'ekor poli-A). Kapsid terdiri dari tiga protein utama: CP1 (40 kDa), CP2 (55 kDa) dan CP3 (24 kDa) bersama protein kecil 58 kDa [3].
Audelo-del-Valle pada tahun 2003 melaporkan baris sel primata tertentu dapat digunakan untuk budaya TSV. Kemudian studi menunjukkan laporan mereka didasarkan pada data yang disalahartikan. TSV tidak muncul untuk menjadi zoonosis potensial. Semua amplifikasi virus memerlukan penggunaan udang hidup, [4] karena tidak ada garis sel terus menerus yang mendukung pertumbuhan virus udang.


Varian virus
RNA virus seperti TSV memiliki tingkat tinggi mutasi spontan. Ini angka yang sangat tinggi mungkin disebabkan karena kurangnya proofreading fungsi RNA polimerase RNA-dependent dan telah mengakibatkan munculnya beberapa varian genetik virus. Pada Mei 2009, empat kelompok genetik diakui: Belize (TSV-BZ), Amerika (TSV-HI), Asia Tenggara dan Venezuela. Belize regangan dianggap paling virulen. Mutasi titik di TSV protein kapsid mungkin memberikan isolat khusus dengan keunggulan selektif seperti adaptasi tuan rumah, peningkatan virulensi atau peningkatan kemampuan replikasi. Bahkan variasi kecil dalam genom TSV dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam virulensi.

Semua varian TSV serupa dalam bentuk dan ukuran, dengan variasi cahaya. Ukuran rata-rata partikel virus TSV-BZ adalah 32,693 + / - 1,834 nm dibandingkan dengan TSV-HI dengan ukuran 31,485 + / - 1,187 nm. Wilayah perbedaan genetik tertinggi adalah dalam kapsid protein CP2, dengan perbandingan berpasangan dari nukleotida menunjukkan perbedaan 0-3,5% di antara isolat. Yang paling variasi CP2 terjadi pada urutan 3'-terminal, ini mungkin karena kurang dibatasi oleh persyaratan struktural dan lebih terbuka dibandingkan daerah lain dari protein.


Patologi dan penyakit siklus

Dalam situasi pertanian, TS sering menyebabkan kematian yang tinggi selama 15 sampai 40 hari tebar menjadi tambak udang. Perjalanan infeksi mungkin akut (5-20 hari) untuk kronis (lebih dari 120 hari) pada kolam dan tingkat petani. Penyakit ini memiliki tiga tahap yang berbeda yang terkadang tumpang tindih: akut, transisi dan kronis. Siklus penyakit telah ditandai secara rinci dalam P. vannamei.Setelah infeksi awal, fase akut berkembang. Tanda-tanda klinis dapat terjadi sedini 7 jam setelah infeksi pada beberapa individu dan berlangsung selama sekitar 4-7 hari. Terinfeksi udang tampilan anoreksia, lesu dan perilaku berenang menentu. Mereka juga kekeruhan kini ekor otot, kutikula lembut dan, di alami infeksi, ekor merah akibat perluasan chromatophores merah. Kematian selama fase ini dapat setinggi 95%. Fase akut ditandai histologi oleh daerah multifokal dari pyknosis nuklir / karyorrhexis dan berbagai badan inklusi sitoplasma di epitel kutikula dan subkutis dari permukaan tubuh secara umum, semua pelengkap, insang, hindgut, kerongkongan dan perut. The pyknosis dan karyorrhexis memberikan "gotri" penampilan ke jaringan dan dianggap patognomonik untuk penyakit ini. Pada infeksi parah antennal kelenjar epitel tubulus, jaringan hematopoietik dan testis juga terpengaruh. Hal ini terjadi terutama pada infeksi parah setelah injeksi partikel virus dan belum dilaporkan dari terinfeksi secara alami P. vannamei. Udang yang bertahan tahap akut memasuki tahap transisi.Udang dalam fase transisi menunjukkan didistribusikan secara acak, melanized (kecoklatan / hitam) lesi dalam dari kulit ari yang cepahlothorax dan daerah ekor. Ini fokus adalah situs lesi akut yang telah berkembang ke tahap berikutnya peradangan hemocytic, [8] kutikula regenerasi epitel dan penyembuhan dan yang mungkin infeksi sekunder dengan bakteri. Ini fokus negatif untuk TSV oleh hibridisasi in situ (ISH) menggunakan probe cDNA TSV-spesifik. Histologis, lesi ini hadir akut aktif fokus udang dan timbulnya spheroids organ limfoid (rugi) pembangunan. [9] Oleh ISH dengan probe TSV-spesifik, sinyal positif difus dapat diamati dalam dinding-dinding organ limfoid penampilan normal dengan atau tanpa sinyal penyelidikan fokus dalam mengembangkan Rugi. Udang ini akan lesu dan anoreksia, mungkin karena pengalihan energi dan sumber daya metabolik terhadap perbaikan luka dan pemulihan. Jika udang mengalami mabung lain yang sukses setelah fase transisi, mereka akan membuang lesi melanized dan memasuki fase kronis.Fase kronis pertama kali terlihat enam hari setelah infeksi dan bertahan selama setidaknya 12 bulan di bawah kondisi percobaan. Fase ini ditandai secara histologi oleh adanya lesi akut dan kehadiran LOS morfologi berturut-turut. Rugi ini positif oleh ISH untuk TSV. Sebuah prevalensi rendah spheroids ektopik juga dapat diamati dalam beberapa kasus. Rugi tidak dengan sendirinya karakteristik infeksi TSV dan dapat ditemukan pada penyakit lain virus udang seperti limfoid virus organ vakuolisasi (LOVV), virus parvo seperti limfoid (LPV), virus organ limfoid (LOV), rhabdovirus dari udang penaeid ( RPS) dan Yellowhead virus (YHV). Diagnosis penyakit selama fase kronis bermasalah, karena udang tidak menampilkan tanda-tanda lahiriah dari penyakit dan tidak menunjukkan kematian dari infeksi. Korban dapat menjadi operator bagi kehidupan. [10] Udang dengan infeksi TSV kronis tidak kuat seperti udang tidak terinfeksi, seperti yang ditunjukkan oleh ketidakmampuan mereka untuk mentolerir salinitas penurunan serta tidak terinfeksi udang. [11] Sebuah studi 2011 oleh Laxminath Tumburu memandang hubungan antara stressor lingkungan (pestisida endosulfan) dan virus Taura syndrome (TSV) dan interaksi mereka pada kerentanan dan molting laut penaeid udang L. vannamei dan menemukan gangguan endosulfan terkait stres menyebabkan kerentanan semakin tinggi pada tahap postmolt selama fase akut dari siklus penyakit TSV [12].

Kamis, 21 Maret 2013

Vibriosis

vibriosis adalah penyakit yang disebabkan oleh sekelompok bakteri dalam genus vibrio.
vibriosis, salah satu penyakit bakteri utama yang mempengaruhi ikan ,kerang,dan krustasea ,disebabkan oleh bakteri vibrio anguillarum. v.anguillarum biasanya menyebabkan septikemia hemoragik. ikan yang terinfeksi menampilkan perubahan warna kulit dan bercak merah di sekitar pangkal sirip ,ventilasi, dan mulut,saluran pencernaan dan rektum menjadi buncit dan pemuh dengan cairan dan lesi nekrotik terbentuk dalam otot perut.
spesies vibrio habitat alami di laut dan air payau dan didistribusikan secara luas diseluruh dunia . namun,beberapa spesies telah menunjukkan signifikansi klinis untuk hewan air dan diakui sebagai patogen potensial.jumlah besar ikan patogen vibrio menyebabkan wabah epidemi dalam budidaya telah membuat perlu untuk mengembangkan metode yang efisien,cepat dan sensitif untuk deteksi mereka.
ciri-ciri udang yang terinfeksi bakteri vibriosis adalah:
*lemah
*berenang lambat
*nafsu makan hilang
*badan mempunyai bercak merah merah(red discoloration)
*masa inkubasi 6 jam-5 hari

Rabu, 20 Maret 2013

Multichannel processers


Multichannel processers untuk kontrol dan manajemen.



Ini instrumen yang sangat serbaguna dapat digunakan sebagai berdiri sendiri wirless dan bertenaga surya pengontrol multi-channel untuk kandang, kolam, tank dan balapan, dll Jika ada unit pemancar lebih dari satu dan penerima base station, maka sistem secara otomatis mengkonfigurasi sebagai jaringan dan mengirimkan informasi dengan komunikasi nirkabel rendah bertenaga ke base station. Base station memiliki 2 output alarm, sehingga mudah untuk terhubung ke sebuah dialer telepon atau alarm lokal. Base station terhubung ke PC via USB, jadi sekarang Anda memiliki semua informasi yang ditampilkan pada PC Anda dan semua hasilnya bisa log data. Anda dapat menambahkan hingga 50 unit monitor ke base unit satu, untuk membuat jaringan 100 channel tanpa kabel dan tidak ada biaya instalasi. Hal ini membuat untuk sistem biaya yang sangat rendah sederhana dan untuk pertama kalinya menyediakan paket ideal untuk kandang, kolam atau untuk setiap instalasi yang tidak dapat menggunakan kabel. Dalam hal bahwa Anda mendapat hit dengan keringanan, maka umumnya hanya satu unit akan terpengaruh, dan jika tidak dapat diperbaiki di tempat maka Anda cukup mengirim unit rusak kembali dan mengganti dengan unit kerja. Ini berarti bahwa Anda berada dalam kendali dari sistem Anda sendiri dan tidak tergantung pada insinyur.
Base station dirancang untuk duduk di ruang kantor atau kontrol dan terhubung ke PC melalui kabel USB. Base station berkomunikasi dengan semua pemancar, mengumpulkan informasi dan mengirimkan ke PC untuk data log informasi dan melihat data. Base station memiliki dua alarm / kontrol relay jadi jika salah satu atau lebih dari probe mendeteksi masalah, relay dapat diaktifkan untuk memicu sistem alarm Anda. PC tidak perlu berada di untuk sistem untuk kontrol atau alarm. Kondisi alarm dan lokasi probe akan ditampilkan pada LCD base station. Satu stasiun Basis dapat mendukung hingga 50 pemancar oksigen dan 100 oksigen dan probe temperatur.
Stasiun pemancar adalah tenaga surya radio pemancar nirkabel dilengkapi dengan layar LCD untuk dua probe oksigen, dua sensor suhu, dua input digital dan dilengkapi dengan dua relay kontrol atau alarm keluar-menempatkan. Unit akan mengirimkan melalui jarak minimal 300 m. Jika jarak yang lebih jauh diperlukan repeater dapat dipasang untuk mengambil jarak hingga 3 km atau lebih. Pemancar adalah dalam kandang mandiri IP65 dengan baterai sendiri dan sel surya. Baterai sendiri akan kekuatan unit selama 3-6 bulan, tetapi dengan sel surya itu tidak akan memerlukan perubahan baterai selama setidaknya 5 tahun. A 230 VAC/12 VDC power supply uninteruptable, dinilai pada 2 amp dengan baterai internal 5 amp back-up untuk modul pemancar yang akan baterai akan tetap berjalan selama sekitar 30 hari, tersedia sebagai acessoire.
Probe oksigen kuat dan mudah digunakan (60 mm besar) adalah membran polarising diri tertutup sel galvanik yang menghasilkan sinyal listrik sebanding dengan tekanan oksigen indera, tidak peduli apakah itu di dalam air, udara atau media lain. Hal ini terhubung menggunakan kabel biasa, yang dapat memiliki setiap panjang (hingga 1000 m) dan tidak memerlukan pasokan eksternal karena membuat listrik sendiri. Membersihkan membran (dengan kain atau tisu), terlepas dari kalibrasi sesekali, pemeliharaan rutin hanya diperlukan.

SATUROMETER


SATUROMETER untuk identifie gas super-satturation dalam air.


Ini saturometer genggam baru (Perlindungan kelas IP65, dengan layar backlight listrik mengidentifikasi gas super-jenuh dalam air terpercaya untuk 400 resp hPa perbedaan tekanan. Mbar (ditampilkan juga dalam satturation% total gas), dengan akurasi 1 hPa. Ia bekerja dengan biasa 6 x 1,5 Lithiumcells, dengan kapasitas pemantauan terpadu pada meteran. sensor maintainance bebas compleatly disegel (Perlindungan IP67 kelas, Sinyal stopkontak 0-5 V). Sebagai pilihan juga sebuah sensor oksigen dapat dihubungkan ke meter.
Penyakit gelembung gas sangat sering hadir terdeteksi dan menyebabkan kerusakan yang signifikan pada stok ikan. Jika ikan sedang terkena kejenuhan yang berlebih terus menerus, mereka akan menderita dari itu tidak peduli dimana gas berkontribusi paling jenuh tersebut! Dalam percobaan itu terbukti, bahwa biaya terus menerus dengan hanya tingkat rendah jenuh memiliki dampak negatif yang signifikan pada sistem kekebalan tubuh ikan. Sebuah fishstock terinfeksi IPN (Nekrosis Pankreas Infeksi) menghasilkan kerugian dari 10-15% setelah 90 hari sedangkan ikan dari saham yang sama epxosed ke jenuh menunjukkan tingkat kematian 65%. Gelembung gas sendiri menyebabkan banyak kerusakan langsung seperti luka dan embolies. Mereka sendiri yang mematikan dalam beberapa kasus. Tapi dalam setiap kasus mereka membuka pintu untuk infeksi sekunder yang tidak dapat ditolak oleh sistem kekebalan tubuh yang lemah. Lain sampel khas adalah seorang peternak ikan yang melaporkan sirip membusuk dan Saprolegnia pada tubuh ikan. Tindakan menunjukkan tekanan gas dari 45 hPa yang sejajar dengan saturasi gas 105%. Mungkin tidak terdengar tinggi tetapi sirip dada rusak parah akibat lesi gelembung gas. The busuk sirip dan jamur (Saprolegnia) jelas diproduksi oleh kejenuhan yang berlebih gas terdeteksi.

GRAPHIC MICROPROCESSOR METER


GRAPHIC MICROPROCESSOR METER untuk oksigen, tekanan temperatur, dan nilai Ph.


Ini "OxyScan" mikro meter oksigen terlarut secara khusus dikembangkan untuk digunakan dalam akuakultur dan limnologi. Melalui penutup splashproof sangat stabil terbuat dari plastik ABS dan pengiriman termasuk kasus transportasi plastik serta sensor plastik (14 mm Ø, 150 mm panjang dengan 2 m kabel dan konektor) dengan kehidupan sensor yang sangat panjang (sekitar 2 tahun standby waktu, fisik) mereka sangat sempurna untuk kerja lapangan.
Tampilan grafis lengkap membuat hasil yang jelas dan cepat terlihat. Waktu polarisasi singkat (sekitar 30 detik max 5 menit...), Sensitivitas aliran rendah saat ini (1% pada 5 cm / sec.) Serta kompensasi tekanan udara dan suhu di kisaran 5 - 40 ° C membuat bekerja mudah. Kalibrasi otomatis dengan ruang kalibrasi disertakan merupakan fitur tambahan.
Sebuah bebas dikonfigurasi beralih output (24 V DC / 2 A atau 230 V AC / 1 A) dan output analog yang tepat atau rentang pengukuran diperpanjang (sampai 199,9 mg / l) adalah pilihan untuk semua meter. Ini meter juga dapat dikonfigurasi sesuai keinginan, misalnya penyimpanan, kontrol logika-spesifik (dengan output switch), pelanggan yang spesifik format data, tetapi juga dimungkinkan untuk memperluas sistem ini kapan saja. Sebagai pilihan juga tersedia: sensor stainless steel 4,7 sampai 5,4 mm Ø, 80-400 mm panjang dengan 1,5 sampai 5,0 m kabel dan konektor (lenths kabel lainnya berdasarkan permintaan).

Model berikut ini tersedia sebagai standar:

Typ / Model OxyScan "light" OxyScan "grafis"
Pengukuran: Oksigen (0,0-19,9 mg / l dan 0,1-199,9% duduk),
Suhu (0,0-50,0 ° C);
Oksigen (0,0-19,9 mg / l dan ,1-199,9% duduk),
Suhu (0,0-50,0 ° C),
Air-Tekanan (150-1150 mbar);
Presisi: + / -1 digit;
(0,1 mg, 0,5% duduk, 0,5 ° C); + / -1 digit;
(0,1 mg, 0,5% duduk, 0,5 ° C, 10 mbar);
Tampilan: besar penuh grafis-display dengan 120 x 32 pixel,
Fungsi memori hingga 50 tunggal-nilai, ditampilkan langsung pada layar sebagai diagram atau nilai tunggal, besar penuh grafis-display dengan 128 x 64 piksel, diagram menunjukkan 30 nilai terakhir;
Fungsi memori hingga 4000-nilai seria, ditampilkan langsung pada layar sebagai diagram atau tabel;
Pengukuran interval dari 2 detik hingga 10 menit, mulai waktu dan tanggal untuk mengatur;
Furnish: kompensasi tekanan atmosfer manual;
Standard (9 V DC) baterai untuk approx. 500 h;
Baterai peringatan pada meteran, kompensasi tekanan Otomatis atmosfer;
NiMH-akumulator, 2100 mAh (Operasi waktu> 24 jam);
Inklusif cepat-charger (pengisian waktu sekitar 4 jam);
Baterai-monitor pada meteran;
Memori menjaga (memori aktif sampai dengan 6 bulan, tergantung pada periode pengukuran);
Real time jam dengan fungsi tanggal;
Wireless Infrared-Interface kemampuan untuk koneksi dengan perangkat inframerah;
Pilihan: RS-232 antarmuka untuk transmisi nilai-nilai pengukuran aktual dan disimpan ke PC dll, notebook atau printer;
Konektor untuk catu daya eksternal dengan (8.2 V DC) akumulator, Inframerah-receiver dengan adaptor USB untuk perangkat inframerah non;
Nilai tunggal fungsi memori;
Illuminated display (backlight);
PH-nilai atau pengukuran Redoks;
Diberdayakan oleh Blogger.